Wednesday, 3 May 2017

BELAJAR DARI SEMANGAT INTELEKTUAL KOPAZKA

BELAJAR DARI  SEMANGAT
 INTELEKTUAL KOPAZKA


A. PENDAHULUAN
KOPAZKA sebuah organisasi insan akademis yang dilahirkan atas idealisme dan spirit keilmuan dari seluruh alumni-alumni IAI Zawiyah Cot Kala Langsa pada era tahun 1992. KOPAZKA merupakan karya besar atau masterpiece intelektual yang teguhkan dan dirancang untuk menjadi rumah intelektual alumni pasca lulus dari almamaternya. Kehadiran KOPAZKA pada realita tidak hanya disambut baik oleh alumni, akan tetapi almamater ikut serta mendorong dan membesarkan organisasi KOPAZKA. KOPAZKA tidak akan besar dan berkembang manakala alumni, civitas akademika dan stakeholder tidak memberikan dukungan untuk perkembangannya. KOPAZKA tumbuh dalam iklim akademis, persahabatan dan kebersamaan. Karenanya, KOPAZKA masih tetap kuat dan survive sampai saat ini. Meskipun dalam perjalanan KOPAZKA tidak mulus, selalu diuji dengan integritas, loyalitas, komitmen, soliditas, dislike dari pihak-pihak tertentu. Sebagai organisasi insan akademis, tentu harus merespon situasi ini dengan arif, solutif dan optimistik untuk terus berkarya. Sebuah kejayaan tidak akan tercapai jika tidak dibarengi dengan kerja keras dan diupayakan untuk berkembang.

1. KOPAZKA Sebagai Rumah Intelektual
KOPAZKA (Korps Alumni Zawiyah Cot Kala) adalah kelanjutan dari IKA (Ikatan Alumni) yang didirikan pada tahun 1992 di Kota Langsa. KOPAZKA dibentuk sebagai rumah intelektual bagi alumni- alumni Zawiyah Cot Kala yang didirikan pada tahun 899 M di Aramiyah - Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Keberadaan Zawiyah Cot Kala, secara fisik tidak ada lagi, tetapi  tetap hidup dalam sejarah dan  memori masyarakat, sebab Zawiyah Cot Kala adalah sebuah ‘Universitas’ terbesar  di Nusantara  saat itu, bahkan di Asia Tenggara. Ada banyak hal yang melatarbelakangi tidak berkembang lagi Zawiyah Cot Kala. Akan tetapi keberlanjutan (sustainable) Zawiyah Cot Kala  sebagai perguruan tinggi terus berkembang.  Hal ini dibuktikan dengan didirikan IAI Zawiyah Cot Kala Langsa pada tahun 1980 di Aceh Timur.  KOPAZKA,  juga rumah intelektual untuk alumni IAI Zawiyah Cot Kala Langsa,  Alumni STAI Zawiyah Cot Kala Langsa, Alumni STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa dan Alumni IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa. Artinya, KOPAZKA dibentuk untuk mengakomodir seluruh alumni kampus tersebut. Kampus tersebut dalam sejarahnya terus mengalami perkembangan, sehingga tidak heran selalu terjadi perubahan status.  Perubahan itu menandakan bahwa ada aktifitas akademik yang sedang berdenyut dan berdetak pada kampus ini. Perubahan status kelembagaan sebagai respon atas perkembangan sosial dan keilmuan. Pada sisi lain, perkembangan kampus akan memberikan efek bagi alumninya, sehingga alumni juga ikut dalam perubahan bentuk kelembagaan. Oleh karena itu, KOPAZKA sebagai rumah intelektual menjadi tempat pemersatu alumni dari berbagai perubahan status kelembagaan Perguruan tinggi ini.

2. Eksistensi KOPAZKA
Eksistensi adalah bentuk nyata dari sebuah kerja dan kiprah organisasi dalam ruang publik. Secara empirik, eksistensi organisasi diterjemahkan dalam bentuk aktifitas yang merupakan bagian dari keberadaan organisasi. KOPAZKA sebagai organisasi intelektual terus berkarya dan mengupayakan agar organisasi ini fungsional dan tidak menjadi simbol-simbol pasif. KOPAZKA itu hidup karena dibuat hidup dan fungsional oleh alumninya, baik oleh pengurus maupun non pengurus KOPAZKA. Semuanya berkolaborasi dalam memajukan organisasi. Adapun eksistensi KOPAZKA dalam bentuk kerja nyata yakni;
a. Kegiatan (activity) : KOPAZKA mengadakan kegiatan dalam bentuk seminar, workshop dan diskusi ilmiah baik formal dan non formal.
b. Keorganisasian : KOPAZKA melakukan penataan manajemen dan pembenahan pada level internal dan eksternal organisasi.
c. Pengembangan Profesi alumni : KOPAZKA mendorong dan memotivasi alumni agar terus mengembangkan keilmuan dan profesionalitas.
d. Konteks Sosial : KOPAZKA sebagai organisasi insan akademis tentu menjadi organisasi kontrol sosial (social control) dalam pembangunan dan pengembangan keilmuan.
e. Network atau jaringan kerja : KOPAZKA membangun komunikasi dengan organisasi diluar KOPAZKA untuk menjalin kerjasama dalam memajukan organisasi.

3. Karya Intelektual
KOPAZKA mehirkan karya-karya ilmiah, baik dalam bentuk buku maupun penelitian (research), baik yang diterbitkan oleh organisasi maupun personal pengurus KOPAZKA. Karya-karya yang telah diterbitkan yakni;
a. (Buku) ‘Antologi KOPAZKA dalam Pusaran Waktu : Meneguhkan Komitmen dan Intelektualitas Korps Alumni Zawiyah Cot Kala (KOPAZKA) STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa’.
b. (Buku) ‘Pedoman Organisasi KOPAZKA’.
c. (Buku) ‘Episentrum Kepemimpinan : Potret Kepemimpinan Alumni Perguruan Tinggi Dalam ruang Publik’.
d. (Buku) ‘News Compilation KOPAZKA’.
e. (Penelitian) ‘Rekam Jejak Kepemimpinan Alumni STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Dalam Ruang Publik Aceh’.

4. Posisi KOPAZKA Dan Almamater
KOPAZKA sebagai organisasi intelektual memiliki  tiga peran strategis. Peran tersebut diartikulasikan dalam setiap rangkaian kerja organisasi. Adapun peran tersebut yakni;
a. Peran Substitusi ; KOPAZKA mengambil peran pengganti dalam mensosialisasikan almamaternya di masyarakat. Alumni dimanapun dan kapanpun terus menjadi bagian terpenting dalam memajukan almamaternya.
b. Peran Komplemen ; KOPAZKA sebagai mitra (patner) kampus dalam memajukan dan mengembangkan almamaternya. KOPAZKA dan almamaternya tidak dapat dipisahkan, karena keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan akan terus bersama memajukan almamaternya. Sebab, KOPAZKA sebagai penerus tri darma perguruan tinggi. Sebuah Perguruan tinggi yang besar dan bonafide dilihat dari keberhasilan alumninya, jika alumninya tidak berkembang. Maka kampus akan kehilangan ruhnya sebagai lembaga pembentuk insan intelektual. Dan kerja-kerja perguruan tinggi akan kehilangan makna substansinya.
c. Peran Counterweight : KOPAZKA harus mengedepankan objektifitas dan keilmuan. KOPAZKA harus mengusung kebenaran dan kebaikan. KOPAZKA akan terus memberikan kontribusi bagi almamaternya, baik dalam bentuk dukungan, kritik, saran, solusi dan ikut serta dalam memajukan kampusnya. Dengan paradigma tersebut, KOPAZKA akan menjadi counterweight bagi kampus sekaligus lembaga kontrol sosial dalam pembangunan.

B. PENUTUP
KOPAZKA, sejak dilahirkan dan sampai saat ini masih terus berbenah diri untuk menyusun program pengembangan alumni dan keilmuan. Gairah intelektual yang bergelora pada diri alumni menjadi sesuatu yang mengembirakan. Karya-karya ilmiah – akademis yang dihasilkan telah menempatkan KOPAZKA sebagai organisasi intelektual, yang cinta ilmu pengetahuan. Disamping aktifitas ilmiah dalam bentuk karya, KOPAZKA juga berperan sebagai organisasi counterweight (penyeimbang) baik untuk almamaternya maupun dalam menyikapi persoalan masyarakat saat ini. Kita Berharap dimasa depan KOPAZKA dapat melahirkan banyak karya ilmiah dan terus berpihak kepada kebenaran dan kebaikan.

1 comment: